Minggu lalu, Gifton meminta izin menggunakan lagu Tualang untuk backsound di videonya. Saya iya-kan saja asalkan mencantumkan nama Jono Terbakar dalam kreditnya. Saya salut dengan iktikad baiknya telah mau meminta izin dulu. Tapi sebenarnya tidak izin tidak apa-apa. Kok begitu?

Karena seluruh karya Jono Terbakar dirilis dengan lisensi Creative Common 4.0 BY-NC-SA. Lisensi ini membuat karya Jono Terbakar bisa digunakan oleh teman-teman dengan bebas namun dengan beberapa persyaratan. Saya mau mencoba mengurai lisensi ini, sebisa saya, satu per satu ya.

Creative Common ini adalah sebuah jenis lisensi alternatif dari All Rights Reserved (pernah lihat kan tulisan ini?). All Righrs Reserved artinya semua hak dimiliki oleh pembuat karya/publishernya. Maka ada yang namanya copyright (hak cipta). Creative Common memfasilitasi orang yang ingin melisensikan karyanya dengan copyleft (tidak semuanya jadi hak pengkarya, ada beberapa yang milik publik). bingung ga?

(Baca buku FREE CULTURE oleh Lauren Lessig untuk lebih dalam mengetahui Creative Common).

4.0 menandakan versi dari lisensinya. Ada versi sebelumnya 3.0, 2.0, dll. Bedanya apa bisa dibaca di creativecommon.org

BY-NC-SA ini adalah singkatan. Tiap karya yang dirilis dengan Creative Common bisa memilih lisensinya masing-masing. Ada yang cuma BY. Ada yang BY-NC. Ada yang BY-SA, dll.

BY maksudnya adalah by (artinya: oleh). BY disebut atribusi, artinya seperti saya meminta Gifton mencantumkan nama Jono Terbakar di kredit adalah untuk pemenuhan BY ini. Pengguna karya wajib mencantumkan siapa pembuat karya di kreditnya.

NC adalah Non-Commercial. Jadi lagu saya boleh dipakai dimana saja tanpa izin asalkan tidak digunakan untuk kepentingan komersial (menghasilkan profit). Misal Gifton menggunakan videonya untuk channel youtubenya yang dimonetisasi, maka itu sudah menyalahi lisensi ini.

SA artinya Share Alike. Jadi lagu-lagu Jono Terbakar sudah diizinkan untuk dibagi-bagi, misal dalam format MP3. Namun kami mengijinkan sebatas lagu itu dibataskan dengan format yang sama. Kalau MP3 yang disebar juga MP3, tidak boleh diremix dll.

Ini pemahaman saya terhadap lisensi ini. Mungkin masih ada yang salah. Terus kalau kamu bertanya, “Mas, kalau ada yang melanggar lisensi ini, misal digunakan untuk kepentingan komersial gimana?”. Saya akan menjawab, “Tenang, Tuhan Maha Adil. Pengadilan Maha Duit”. Lisensi ini untuk membuka peluang kolaborasi dan persebaran informasi/pengetahuan dari karya-karya Jono Terbakar, kesadaran pengguna sangat dikedepankan dalam penggunaan karya Jono Terbakar.

Semoga kamu yang membaca tulisan ini jadi tercerahkan dan bisa jadi orang yang menghormati hukum tanpa harus ada polisi yang bawa pentung=pentung.

Yogyakarta, 30 Oktober 2019
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *