Crowdfunding

Crowdfunding terdiri dari 2 kata: crowd dan funding. Apa maksudnya?

Crowdfunding adalah pendanaan sesuatu oleh sekelompok orang. Patungan, urunan, atau udunan lah kata lainnya.

Crowdfunding bisa sama atau bisa beda dengan pengumpulan donasi. Apa bedanya? Sebelum ke perbedaannya, saya mau cerita jenis-jenis crowdfunding dulu

Crowdfunding bukan cuma untuk proyek seni saja, sepertinya sudah 6 kali Jono Terbakar lakukan untuk pendanaan album. Namun, crowdfunding bisa juga untuk mencari modal usaha. Maksudnya gini, ada 4 tipe crowdfunding.

  • Berbasis Donasi
  • Berbasis Imbalan
  • Berbasis Hutang
  • Berbasis Investasi

Crowdfunding untuk bencana alam atau orang sakit biasanya berbasis donasi. Donatur sama sekali tidak mengharap pemgembalian apapun, bahkan ucapan terimakasih. Lalu, crowdfunding proyek seni dan teknologi (album musik, buku, dll) biasanya berbasis imbalan. Penggalang dana akan membuat paket imbalan sesuai dengan nominal yang diberikan donatur. Kemudian untuk crowdfunding perusahaan atau proyek komersial, ada dan biasanya berbasis hutang dan berbasis investasi. Sederhananya, crowdfunding bisa dipakai untuk menggalang dana apapun.

Biasanya crowdfunding dilakukan melalui platform pihak ketiga (kitabisa.com, kolase.com, dll). Platform-platform itu sebenarnya adalah semacam pasar yang menemukan orang bermodal dan orang yang butuh modal. Biasanya platform akan mendapatkan penghasilan dari potongan komisi dari dana yang terkumpul (5-15% kisarannya).

Jadi gimana kalau mau crowdfunding? Kalau mau yang standar, tinggal bikin akun di salah satu platform kemudian bikin proposalmu (sudah ada formatnya di platform) lalu ketika sudah di ACC tinggal di promosikan.

Jono Terbakar pernah beberapa kali crowdfunding di berbagai platform. Wujudkan.com (sudah tidak aktif), kitabisa.com, kolase.com, dan pernah pula membuat crowdfunding di jonoterbakar.com. Menggunakan platform, menurut saya, bisa meningkatkan transparansi. Semua orang bisa lihat berapa dana yang terkumpul, update penggalangan dana, laporan penggunaan dana, dll.

Untuk bisa berhasil menggalang dana lewat crowdfunding, sepengalaman Jono Terbakar, butuh effort yang lebih pada saat promosi. Saya pernah tidak tidur sehari karena mengirim dan membalas PM di Facebook ke dan dari seluruh teman facebook saya. Dari usaha yang melelahkan itu, Jono Terbakar mendapatkan 15juta untuk produksi album Dunyakhirat (2015). Crowdfunding terakhir adalah untuk album “Mudah dan Murah” (2019). Kami mendapatkann sekitar 700ribu dengan usaha yang minim, karena tidak sempat promosi yang gencar.

Oya satu lagi, paket imbalan bisa dibuat kreatif. Karena kami kurang kreatif, biasanya paket imbalannya cuma ucapan terimakasih untuk yang ikut urun 20k atau kurang, CD untuk yang urun 50k, Kaos untuk yang urun 150k, dst. Beberapa seniman punya kreatifitas lebih dan membuat paket “makan siang bersama” untuk pengurunnya.

Kurang lebih begitu. Kalau ada pertanyaan silahkan berkomentar di bawah.

Yogyakarta, 26 September 2019

Nihan Lanisy

0