“Kenapa kok yang dimainin lagunya itu-itu aja, om?”

Pertanyaan itu masuk ke inbox kehidupan saya secara spontan. Beberapa pertanyaan bisa segera menyublim setelahnya, tapi pertanyaan ini menyublim secara pura-pura saja.

Memang pada setiap #jonoterbakarworldtour saya lebih banyak memainkan lagu yang familier bagi orang, kebanyakan dari album-album awal (tahun 2013-2015). Sebut saja judul seperti Tualang, Ranu Kumbolo, Atos, Kalong, dll. Selain penonton bisa ikut bernyanyi (yang tau liriknya), saya juga lebih nyaman begitu.

Sampai-sampai kadang saya berpikir bahwa beberapa lagu mungkin memang ditakdirkan lahir sebagai rekaman semata, tak pernah dipresentasikan langsung.

Atau bisa jadi panggung saya adalah tempat ibadah saya. Disitu saya melayani jiwa-jiwa yang butuh disiram dengan lagu-lagu yang mereka suka.

Yang ditonton dan yang menonton sesungguhnya saling menyuapi. Saling bertukar energi baik yang tak kasat mata. Untuk memberi hiburan di kedua pihak. Sama-sama.

Semoga tidak pernah ada keterpaksaan dalam setiap proses berjonoterbakar. Ikhlas bermain, ikhlas mendengar, ikhlas saling memberi, dan ikhlas untuk kecewa. Terimakasih telah bertanya. Tanya-tanya seperti itu yang membuat kami bisa berkembang, lebar perutnya wkwk.

Yogyakarta, 20okt19

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *