Nanti malam (25/11), jono terbakar akan bermain di sangkring art space. saya merasa perlu menuliskan ini, bukan untuk teman-teman datang dan menonton jono terbakar. lebih dari itu. nanti malam ada teman-teman difabel yang merilis album.

kenapa saya ikut acara ini? saya diajak oleh Mas Maungguh, seorang guru musik di SLB N 1 Wonosari yang kebetulan kemarin mengikuti jono terbakar video project untuk lagu “Setelah Susah Ada Mudah”. Kami sempat mengobrol panjang lebar dan ketika Mas Maungguh mengajak jono terbakar bermain saya tidak bisa bilang “tidak”

Mas Maungguh punya kegelisahan. Murid-muridnya yang diajari musik kebanyakan jadi pengamen. Beberapa murid mengamen di Malioboro. Mas Maungguh ingin mengupayakan nasib lain untuk teman-teman difabel. Bahwasanya mereka bisa saja membuat karya sendiri. Karya yang jujur dari cerita dan pandangan mereka. Dan karya yang tidak harus tentang cinta-cintaan melulu seperti lagu-lagu yang umum.

Acara nanti malam adalah sebuah usaha untuk itu. Mas Maungguh dkk mengajak Jono Terbakar, BUKTU, dan Yudha and The Remora untuk memberi percikan awal ke teman-teman difabel yang bermain musik bahwa ada musik-musik seperti kami.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak semua yang membaca tulisan ini untuk hadir nanti malam. Jadwal ada di jonoterbakar.com/jadwal. Siyu.

Yogyakarta, 25 Oktober 2019

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *