Saya sedang menyusun buku puisi-puisian berjudul “Tipis, Mahal, dan Sulit Dimengerti”. Tulisannya sudah selesai. Saya sedang mengumpulkan testimoni-testimoni teman-teman, satu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya karena males aja gitu. Minta diakui dan lain-lain.

Idealnya, mungkin, saya nulis buku penerbitnya yang handle semua kepentingan bisnisnya. Testimoni kan ada kepentingan begitunya. Tapi karena saya penulisnya sekaligus satu-satunya karyawan penerbit Sangat Books, mau tak mau saya harus mau.

Rasanya agak jijik dan berat meminta testimoni teman-teman awalny, tapi saya harus melakukannya. Jijik karena seperti minta pujian. Lambat laun jadi biasa saja. Dan seperti tidak ada apa-apa.

Mungkin daur belajar memang seperti itu. Kita dihadapan hal-hal yang tidak menyenangkan dan tidak kita inginkan namun didalam situ ada banyak pelajaran.

Seperti pagi ini, ketika saat mandi dua anak saya berantem, mulut ayahnya mengeluarkan kalimat, “udah ya, kalian kan udah pada pinter berantem Sekarang belajar perdamaian”

Yogyakarta, 31 Oktober 2019

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *