Gojek Bukan Gojek

Pagi ini saya berhenti di perempatan Plengkung Gading. Hari yang normal, perempatan masih sama, bau asap kendaraan dan kita semua menunggu lampu berubah hijau.

Tepat di depan saya terdapat seorang driver online. Saya tau karena beliau menggunakan jaket hijau. Namun semakin saya teliti secara ilmiah, ternyata beliau bukan driver online pada umumnya.

Biasanya kan di punggung driver ojol jaketnya bertuliskan “Gojek” atau “Grab” namun Bapak itu malam bertuliskan “Pengemudi Ojek Gedong Tengen”

Kebetulan istri saya ada di sebelah saya waktu itu. Kami sama-sama bertanya, “Apakah Bapak itu pakai google maps untuk menentukan tarif?”.

Satu lagi, saya jadi ingat waktu tur di Surabaya tahun 2017. Kami ditawari Grab oleh salah satu pedagang di Terminal Bungurasih.

“Suami saya itu juga online, Mas. Mau ta grab sama suami saya?”, tanya ibu pedagang

“Gocar atau Grab, Bu?”, tanya saya

“Ga pake aplikasi kayaknya mas”

Sami mawon. Bisa dipesan lewat SMS

Yogyakarta, 28 November 2019

Nihan Lanisy

0