Sinten Nggih

“Sinten nggih” artinya dalam bahasa indonesia adalah “Siapa ya?”. Merupakan sebuah kebiasaan di candi jono terbakar setiap ada orang mengetuk pintu depan, saya akan bilang “sinten nggih?” dan kadang jawabannya cukup menyebalkan: “kula” yang artinya “saya”. Ibarat pertanyaan yang dijawab pertanyaan lain. Saya malah disuruh menerka-nerka siapa gerangan orang itu.

Beberapa hari lalu, Abdul, yang sedang di teras candi, tiba-tiba berlari masuk sambil berkata “Ayah, ada sinten nggih”. Saya ketawa karena maksudnya adalah ada seorang pengemis meminta-minta di teras.

Kemudian Abdul mengambil uang dan diberikan kepada “sinten nggih”-nya. Ternyata Becik, adiknya, juga ambil uang. Ketika Becik hendak memberikan uangnya, ibu pengemis itu sudah melenggok pergi beberapa langkah. Becik secara spontan berteriak, “PARING”. Becik memanggil Ibu itu “PARING” karena biasanya orang meminta-minta dengan kata “Paringan, Den”.

Pagi itu indah sekali. Melihat anak-anak belajar bahasa semau-maunya sendiri. Itulah sekolah kami. Belajar dari apa saja dan dari ngapain aja.

Yogyakarta, 22 November 2019

Nihan Lanisy

0